Selasa, 13 Mei 2014

Edisi 001
Mengangkat Judul : DAMAILAH NEGRIKU
Dengan Tokoh Utama: DR.Olivia Maya Rumantir,Hutasoit, MA, Ph.D, tokoh perdamaian, dan aktivis kemanusiaan.

Majalah Pelangi telah menjual majalahnya, dipesan nomor 0431-3616619
Namun, dibawah ini telah tersedia reviewnya. Tapi selengkapnya, Pesan di : 0431-3616619








































Kamis, 27 Februari 2014

Edisi I Rubrik Public Figure : EV.DR OLIVIA MAYA RUMANTIR HUTASOIT,MA,PH.D



DR. Olivia Maya Rumantir, Hutasoit, MA.Ph.D
SINARI INDONESIA 

Artis ini selalu tampil di media pertelevisian era 80-an, Ia identik dengan suara emasnya dan lesung pipit-nya. Siapa lagi dia kalau bukan Maya Rumantir, yang akrab dipanggil Maya. Demikian perjumpaan reporter cilik majalah Pelangi dengan Maya di sebuah Kafe Kawan Baru di Manado Town Square sesuai Perjanjian.
           
Tugas suci yang harus diembani
Kejarangan Maya tampil didepan layar kaca yang tidak serajin dahulu bersebab panggilan Tuhan untuk menjadi alat kerajaan-Nya. Sekarang ia memimpin sebuah komunitas bernama SABDA (PerSAhaBatan dan PerDAmaian) yang memiliki dua misi yaitu, menyelenggarakan kegiatan rohani Kristiani dari persekutuan Seluruh Gereja di Indonesia. Dalam setiap kesempatan ia selalu mengutarakan misi – misi perdamaiannya. Disamping itu, ia adalah Aktivis Kemanusiaan dan perdamaian antar Agama, suku, ras, dan Golongan

            Pembawa Damai

Dalam mengupayakan perdamaian, Artis papan atas ini, melakukan beberapa Kegiatan.                                              Pertama, melalui dunia Pendidikan. Pada tahun 1989 ia membangun Institut Pengembangan Sumber Daya Manusia (IPSDM) bernama Maya Gita. Dengan motto : Membangun manusia andalan bangsa dan Negara
Disini ia membangun Manusia –Manusia yang siap pakai, siap terjun ke masyarakat. Ia membangun keterampilan dalam memimpin. Banyak orang yang idenya cemerlang tapi tidak bisa ia keluarkan. Atau kadang, banyak pemimpin dalam memimpin rapat , tidak efektif. Pembicaraannya sering tidak meyampaikan maksud utama. Karena itulah, Maya membangun IPSDM ini.                  Yang kedua, Program televisi, yaitu Pandu Prestasi Putra Pertiwi. Pandu Prestasi Putra Pertiwi ini mencari anak berprestasi dari Sabang sampai Merauke untuk ditampilkan di kancah Nasional. Disamping itu, juga memicu semangat bagi Generasi Muda agar lebih Berprestasi.Maya telah pergi ke dalam dan luar negri. Terlebih di tempat terjadinya krisis perdamaian. Singkatnya, dimana Tuhan utus, disitu Maya pergi. Ketika ditanya motivasi  untuk menjadi pembawa Damai, “Agar manusia semakin menemukan martabatnya dan agar Tuhan semakin dipermuliakan.”` Disamping itu didorong juga oleh cita-citanya sedari kecil; Ingin berarti bagi Nusa dan Bangsa. “Karena itu, setiap kali melakukan sesuatu, saya selalu bertanya ;Apa ini sudah berarti bagi Nusa dan Bangsa nggak?”tutur Maya. Selain itu , ia melihat bangsa ini sedang krisis perdamaian. Karena itu ia ingin Bangsa ini selalu Aman dan Besinar.

Hasil dari Benih yang Ditabur

Setiap orang pasti bangga dan senang jika ia melihat apa yang dilakukannya dapat berguna. Itulah yang dilihat Maya. Sewaktu dahulu, orang beda agama tidak bisa berdekatan untuk berdoa bersama. Tapi, melalui Pandu Prestasi Putra Pertiwi, setiap umat Tuhan dapat bertelut bersama diatas satu tikar toleransi.

Alasan Turunnya artis bergelar Doktor 

ke Dunia Politik

 Mungkin orang bertanya tanya, mengapa artis yang cukup terkenal, justeru turun dalam kancah politik. Dan inilah alasan Maya mencalonkan diri DPD-RI (Dewan Perwakilan Daerah – Republik Indonesia) Daerah Pemilihan(Dapil) Sulut ber-nomor urut 24. Maya mengaku tak mengincar uang. Bukan juga popularitas. Maya yang dilahirkan di keluarga yang cukup berada, sudah merasakan hampir segala kenikmatan yang ditawarkan dunia. Mulai dari Pendidikan, hingga Artis Pop. Kalaupun ia mencari popularitas, bukankah artis lebih terkenal? Lantas apa yang dicarinya? Seumur hidup, ia tak pernah bermimpi terjun ke dunia politik karena butuh kesungguhan dan pertanggungjawaban. Panggilan Tuhan! Itulah yang mendorong beliau “Karena itu panggilan Tuhan, saya tak bisa menghindarinya” Tukas perempuan berkelahiran Makkasar ini. Maya percaya, jika Tuhan memanggil, sekali kali tak akan Dia tinggalkan kita berjalan sendiri. Selain itupun, Maya melihat segala kegiatan damai yang ia lakukan, berhubungan erat dengan dunia politik.                     Ia melihat negri ini punya potensi yang begitu Hebat. Mulai dari Kekayaan alam sampai umber daya Manusianya. Namun  masih banyak  anggota masyarakat yang memerlukan perhatian dalam pengembangan kepribadian. Juga aneka persoalan masih memenjarai Negri ini sehingga Masyarakat belum bisa menikmati kesejahteraan yang seharusnya sudah mereka rasakan. Karena itu butuh seseorang untuk membenahi kualitas dan moral masyarakatnya. Itu keinginan Maya bagi Negri ini. Ia ingin mengembalikan kesejahteraan yang seharusnya sudah dinikmati para Saudaranya.

Dalam visi Panca Asa  Mulya, Maya memimpin Masyarakat sejahtera

alam hal membangun Negri ini, Maya mendapat ilham lima visi yang dikenal dengan visi “Panca Asa Mulya” atau “Lima Harapan Mulia” yaitu ; Bermoral, Berkualitas, Bersinar, Damai dan Sejahtera. Visi inilah yang kemudian akan digunakan Maya untuk membangun negri ini.                                               Langkah pertama, yaitu Bermoral. Yaitu dengan mewujudkan Kebenaran, Keadilan, Kejujuran, dan pri-kemanusiaan, maka akan tiba di point yang ke dua, yaitu Berkualitas. Berkulitas dengan memiliki pribadi yang cukup ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman, tapi yang terpenting ialah sikap dan perilaku yang positif. Tanpa sikap dan perilaku yang positif ia tidak akan bersinar. Jika telah terwujud berkualitas, maka akan bersinar. Bersinar dengan mewujudkan masyarakat yang tekun, rajin ibadah, menjadi teladan, setia, dan membina hubungan yang baik dengan Tuhan. Karena itu diperlukan Kasih Tuhan. Kasih yang fokus dan Kasih yang menyelamatkan juga Kasih yang murni. Maka selanjutnya akan tercipta Ke- Damaian. Dengan Damai kita bisa hidup tenang dengan saling menghormati, menghargai maka akan tercipta ketentraman. Jika sudah Damai, maka akan Sejahtera. Jika Sejahtera, pasti tidak kekurangan kebutuhan Sandang (Pakaian), Pangan (Makanan), Papan (Tempat tinggal). Dengan sejahtera, kita selalu sehat. Sejahtera itu artinya Tuhan Berkati.

Pesan Maya untuk Generasi Masa Depan

Bagi generasi masa depan, Maya berpesan ; Agar dapat menjadi Bunga Bangsa.       “Jadilah Bunga bagi Bangsamu, agar Harumlah negrimu.” Untuk mewujudkan itu kita harus berikan yang terbaik bagi negri kita. Ungkapan menjadi bunga adalah agar kita dapat membuat semarak , indah dilihat dan harum dicium.. Pun ia menginginkan agar Generasi Bangsa agar taat beribadah dan supaya dapat menyiapkan waktu Doa Khusus untuk bercakap cakap dengan Tuhan, dan paling pantang mengatakan Sibuk, karena kitapun tak ingin jawaban sibuk dari Tuhan keika berdoa. “Karena Tuhanlah kita dapat bangun pagi pagi. Karena Tuhan kita dapat bernafas. Karena Tuhan kita dapat melakukan segala aktivitas. Karena itu, kita harus berkata Tuhan yang utama dalam hidup” Tutur ibu dari Kiara ini.
Dan satu lagi yang mau ia sampaikan;
INDONESIA BERSINAR
SELAMATKAN GENERASI MASA DEPAN!
SHINING INDONESIA SAVE THE FUTURE GENERATION